PROMIS, JANJI
SMP PGII 2 MENCIPTAKAN GENERASI ISLAMI
Apa yang terbayang dikepala anda seandainya mendengar kata PROMIS?.
“Janji” mungkin itu yang terjemah kata yang anda dapat. Memang kata ini identik
dengan kata promise dalam bahasa inggris yang berarti janji. Namun
berbeda halnya bila anda tanyakan kata ini pada siswa SMP PGII 2. Ya, memang
kami memiliki makna yang lain dari kata tersebut.
Promis adalah salah satu program syarat kelulusan bagi siswa SMP PGII 2.
Sebagai bentuk kesiapan siswa lulusan SMP PGII 2 siap terjun ke masyarakat
menjadi generasi Rabbani yang tangguh dan pinunjul di bidang keagamaan.
Bila di jenjang perguruan tinggi kita telah mengenal istilah PBM (Pekan
Bakti Mahasiswa) maka di SMP PGII 2 kami memiliki kegiatan yang disebut PROMIS.
Kegiatan promis yang dilaksanakan dengen menyebarkan kelompok-kelompok siswa dari
berbagai kelas untuk lebih aktif di masjid-masjid terdekat dengan tinggal
mereka.
Promis dilaksanakan oleh siswa kelas 9 di setiap akhir pembelajaran
semester 2. Disaat sekolah lain meniadakan kegiatan bagi siswa kelas 9, SMP
PGII 2 mewajibkan kegiatan positif selama 10 hari ini sembari mereka menunggu putusan
kelulusan. Hingga tidak akan ada kata jemu dan bosan di rumah karena lamanya
waktu tersebut, juga memperkecil ruang gerak mereka untuk melakukan hal-hal
yang bersifat merugikan bila tanpa kegiatan yang pasti.
Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini dilakukan sangat sederhana,
sesuai dengan tujuan dan kepanjangan Promis itu sendiri yaitu PROGRAM
‘IMAAROTU AL-MASAAJID yang bermakna kegiatan memakmurkan masjid dimana para
siswa mengabdikan diri untuk pemeliharaan masjid yang ada di sekitar mereka.
Mereka akan berlaku sebagai marbot, ustadz/ustadzah, dan juga jamaah di
masjid tersebut. Dibawah bimbingan serta pengawasan wali kelas dan guru-guru di
bidang keagaamaan siswa dipantau kegiatannya juga oleh wakasek kesiswaan setelah
sebelumnya meminta izin pada pengurus masjid dan menyesuaikan kegiatan masjid
dengan tujuan kegiatan.
Kegiatan ini sangat diuntungkan dan disambut baik oleh para DKM. Mereka
merasa senang melihat para siswa dengan rajin melaksanakan kegiatan. “ Masjid
serasa ramai dengan adanya mereka membantu membersihkan dan memelihara masjid.
Apalagi kegiatan Subuh yang sudah kekurangan para remaja dirasa lebih hidup
karena mereka siap membantu,” Kata DKM Al Falah di daerah Awiligar yang
disinggahi oleh salah satu kelompok siswa. “ Masjid jadi wangi, bahkan warga
juga senang dikarenakan siswa yang mengikuti program ini telah memberi warna
lain di masjid kami,” imbuhnya. Sedangkan DKM At Taufiq yang berada di Jalan
Lebak Kiaracondong menyampaikan bahwa kegiatan ini hal yang sangat baik
terutama bagi para siswa yang secara usia memang perlu diarahkan agar selalu ke
arah yang positif karena pada dasarnya mereka adalah generasi yang senang
mencoba, jangan sampai mereka mencoba ke hal yang negatif. Bahkan para DKM ini
menyatakan untuk siap membantu program ini dan bahkan menunggu apabila masjid
mereka “disinggahi” siswa kembali.
Orang tua yang ditemui penulispun menyambut baik kegiatan ini. Bahkan
mereka menyatakan tantangan salah satu tersulit mereka adalah meminta anaknya
untuk aktif di masjid. Dengan adanya program ini orang tua mendukung penuh dan
berharap anak-anaknya istiqomah menjadi pemuda masjid.
Sementara sebagai bentuk tanggung jawab, setiap kelompok wajib
melaporkan kegiatannya. Kegiatan ini ada beberapa bentuk. Ada yang berupa
laporan individu dan kelompok. Laporan ini disusun berdasarkan penjelasan dan
gambaran kegiatan mereka lebih detail dalam melaksanakan kegiatan yang kemudian
divalidasi oleh guru-guru bidang keagamaan. Bila mereka telah memenuhi kegiatan
ini dengan baik maka sekolah akan menyatakan mereka lulus dalam mengikuti
pembelajaran jenjang SMP. Adapun bagi siswa yang tidak memenuhi syarat maka
mereka diharuskan memenuhi remedial tugas PROMIS secara individu di masjid lain
yang lebih dekat lagi dengan tinggal mereka. Tahun ini ada 2 orang siswa yang
terpaksa meremedial kegiatan ini dikarenakan sakit dan ada kegiatan lainnya.
Kegiatan positif memang harus diberi dukungan yang positif pula. Kegiatan
ini meliputi beberapa pembelajaran bagi para siswa bahwa beberapa hal yang akan
mereka hadapi tidak hanya hal yang dipelajari di sekolah tapi ada hal yang
harus mereka pelajari ketika terjun langsung di masyarakat. Dan kegiatan Promis
adalah kegiatan positif yang mewujudkan hal tersebut, seperti yang telah dipromisekan
oleh SMP PGII 2 Bandung.
Penulis : Siti Hodijah, S.Pd
Editor : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom








































































































