SEMINAR PARENTING SMP PGII 2 BANDUNG 2025

WhatsApp Image 2025-10-13 at 10.11.36_595f2f75

MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA

Pada saat Kegiatan pembagian Rapot ASTS Ganjil tahun 2025 SMP PGII 2 Bandung melaksanakan salah satu program kegiatannnya itu Seminar Parenting untuk Orang Tua Murid SMP PGII 2 Bandung. Pemateri yang di datangkan langsung dari TIM Psikolog Disdik Kota bandung yaitu Nira Wulansari, S.Psi., Psikolog kinis Anak dan Remaja dengan Tema MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA. 

Peran Pengasuh dalam Memahami Mental Siswa

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak dan remaja. Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, guru, orang tua, dan pengasuh memegang peran sentral sebagai pendamping yang memahami kebutuhan emosional peserta didik.

Program ini bertujuan untuk membekali para pengasuh dengan wawasan dan keterampilan dasar dalam mendeteksi, memahami, dan merespons kondisi mental anak secara empatik dan konstruktif.

Tujuan Kegiatan

  1. Memahami ciri dan dinamika perkembangan mental anak serta remaja.

  2. Mengenali tanda-tanda awal permasalahan kesehatan mental.

  3. Mengembangkan keterampilan empatik dalam berkomunikasi dengan peserta didik.

  4. Membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan emosional.

    Indikator Awal Permasalahan Mental pada Anak

    Pengasuh berperan sebagai detektor pertama terhadap perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Perubahan perilaku: murung, mudah marah, atau kehilangan motivasi belajar.

    • Perubahan sosial: menarik diri dari pergaulan atau menunjukkan agresivitas.

    • Perubahan fisik: sering mengeluh sakit tanpa sebab medis yang jelas.

    • Perubahan prestasi: penurunan nilai dan konsentrasi belajar.

      Peran Pengasuh yang Empatik

      Empati menjadi kunci utama dalam mendampingi anak. Pengasuh diharapkan mampu:

      • Mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian.

      • Memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

      • Menjaga kerahasiaan dan membangun rasa aman.

      • Memberikan contoh ekspresi emosi yang sehat dan terkendali.

        Di harapkan dengan orang tua mengikuti parenting ini orang tua harus menjadi sahabat mental anak dan remaja berarti hadir dengan empati, memahami perubahan perilaku, dan menumbuhkan lingkungan yang aman secara emosional.

        Dengan kolaborasi yang solid antara pengasuh, guru, dan orang tua, kita dapat membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya.

        Penulis : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

Scroll to Top