Science Film Festival (SFF) Jerman 2025

WhatsApp Image 2026-01-24 at 17.02.36

Halo, Sobat SMP PGII 2!

Pernah ngebayangin nggak sih bagaimana teknologi masa depan bekerja?atau bagaimana cara kita menjaga dan menyelamatkan bumi ini dengan cara yang super keren?

Kali ini SMP PGII 2 Bandung mengadakan acara Science Film Festival (SFF) Jerman 2025 yang bekerjasama dengan Goethe Institut Bandung tepatnya di tanggal 18-21 Nopember  2025 dengan peserta dari siswa-siswi SMP PGII 2 Bandung dan juga Adik-adik SD SeBandung Raya. Di acara SFF ini para peserta disajikan film-film sains terpilih dari berbagai belahan dunia yang seru yang tidak membosankan. Selain menonton para peserta juga mencoba beberapa eksperimen melalui demonstrasi sains interaktif dan juga diskusi seru tentang isu lingkungan dan teknologi.

Dalam kegiatan SFF tahun ini bisa kita ketahui bahwa sains adalah Bahasa universal. Melalui film-film dari berbagai belahan dunia yang sudah kita tonton, kita belajar banyak bahwa tantangan global seperti perubahan iklim dan perkembangan teknologi adalah tanggung jawab kita Bersama. Untuk itu setiap siswa memiliki potensi untuk menjadi innovator yang memberikan solusi bagi dunia di masa yang akan datang.
Penulis : Tim SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) 
Editor : Triyana Malfiazi Gunadi

KARANTINA TAHFIDZ DAN MUNAQASYAH 2025

WhatsApp Image 2025-12-03 at 16.45.04_abbdae0e

LATAR BELAKANG
Pembinaan karakter peserta didik melalui pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan pendidikan di SMP PGII 2 Bandung. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berwawasan Qur’ani, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program-program yang mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas hafalan mereka. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat dan berbagai tantangan moral yang dihadapi generasi muda, keberadaan kegiatan yang dapat memperkuat kedekatan spiritual siswa menjadi sangat penting dan strategis.
Program Karantina Tahfidz dirancang sebagai salah satu ikhtiar untuk memperkuat implementasi pendidikan Al-Qur’an secara intensif, terarah, dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan capaian hafalan siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan baik berupa kedisiplinan, kesungguhan, keikhlasan, serta kemampuan mengelola waktu. Melalui metode pembinaan yang lebih fokus dan terpola, siswa diberikan kesempatan untuk memperdalam hafalan, memperbaiki bacaan, serta meningkatkan kualitas muroja’ah dalam suasana yang kondusif, terkontrol, dan penuh motivasi.
Melalui Karantina Tahfidz, SMP PGII 2 Bandung berharap dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi bagian dari visi sekolah untuk melahirkan generasi muslim yang unggul, berdaya saing, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan akhlak peserta didik serta menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pendidikan Islam yang bermutu di lingkungan SMP PGII 2 Bandung.
NAMA KEGIATAN DAN TEMA KEGIATAN
"KARANTINA TAHFIDZ SMP PGII 2 MERAJUT HATI DENGAN KALLAM ILAHI"
WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari         :  Jumat-Sabtu 

Tanggal    :  31 Oktober-1 November 2025 

Tempat :  Kampus SMP PGII 2 Bandung
PESERTA KEGIATAN
Peserta pada kegiatan KARANTINA TAHFIDZ MERAJUT HATI DENGAN KALLAM ILLAHI meliputi seluruh peserta didik kelas 7,8 dan 9  SMP PGII 2 Bandung, dengan rincian sebagai berikut:


عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim)
PENULIS : Faishal Faza, S.Pd., Gr.
EDITOR   : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

LOMBA TINGKAT 1 TAHUN 2025

WhatsApp Image 2025-11-10 at 16.52.43_c75be1fb

1.      PENDAHULUAN (MAKSUD DAN TUJUAN)

 SMP PGII 2 Bandung sebagai salah satu sekolah berdaya unggul dengan visi “Terwujudnya generasi berkarakter Islam, Cerdas, Berwawasan teknologi dan Berprestasi”. Telah berhasil membuat terobosan baru pada kegiatan tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 5-6 November 2025 di area D’Peak Bongkor. Pada tahun ini format pelaksanaan kegiatan Kemping Blok memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya yaitu dengan memiliki nama kegiatan “Kemping Blok Pramuka (Lomba Tingkat I Gugus Depan 09.029-09.030) Tahun 2025” dan mengusung tema “TEMAN JUARA” (Terampil, Mandiri, Jiwa Unggul, Aktif, Rajin dan Amanah). Pada tahun ini, secara khusus kegiatan Kemping Blok dilaksanakan dengan sistem lomba antar regu dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas 7 Tahun Ajar 2025-2026. Kegiatan ini menjadi media efektif untuk melatih ketahanan fisik dan mental berbasis tauhid melalui berbagai kegiatan yang mengusung keterampilan pramuka (scouting skill). Sehingga para peserta didik tidak hanya merasakan sarana rekreasi alam saja, tetapi juga memperoleh pembentukan karakter melalui pengalaman langsung di alam terbuka, yang sering kali hilang dalam rutinitas belajar di kelas. Adapun tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini yaitu:

1.      Mengasah keterampilan dasar pramuka (Scouting Skill) peserta didik, melalui berbagai kegiatan seperti (Lomba tapak kemah, Lomba Bivak, Lomba Memasak, Lomba PBB dsb.) dengan harapan dapat membentuk pribadi yang dapat menghadapi berbagai situasi di alam terbuka maupun kehidupan sehari-hari

2.      Membangun karakter Islami, dengan membentuk peserta didik untuk memiliki akhlak mulia, taat beribadah, dan tangguh secara mental melalui kegiatan berbasis nilai-nilai Islam yaitu dengan pembiasaan sholat berjamaah (Qiyamul Lail, tadarus Al-Qur’an.

3.      Meningkatkan kerjasama dan Sense of Belonging, melalui rasa kebersamaan dan kepemilikan peserta didik terhadap komunitas sekolah melalui aktivitas kelompok, sehingga tercipta ikatan emosional yang positif antar peserta didik dan sekolah.

4.      Mewujudkan generasi berwawasan cerdas dan beprestasi, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islami dan kepramukaan, kecerdasan intelektual, wawasan teknologi, dan prestasi akademik serta non-akademik melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

5.      Meningkatkan kemandiriaan dan ketangguhan, dengan melatih peserta didik untuk menjadi mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki ketahanan fisik serta

 

2.      WAKTU KEGIATAN DAN TEMPAT

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada,

 

Hari/Tanggal              : Jum’at dan Sabtu, 24-25 Oktober 2025

Tempat                       : Bumi Perkemahan D’Peak Bongkor, Jawa Barat.

Jl. Bongkor, Desa Melatiwangi, Cilengkrang, Ujung Berung, Bandung - Jawa Barat, 40618.

Jarak Tempuh            : ± 10,5km menggunakan kendaraan roda empat

Gambar. Lokasi D’Peak Bongkor

 

3.      JUMLAH PESERTA

Peserta pada kegiatan Kemping Blok Pramuka (Lomba Tingkat I) Tahun 2025 meliputi seluruh peserta didik kelas 7 SMP PGII 2 Bandung, dengan rincian sebagai berikut:

No

Kelas

Jumlah Peserta Didik

Total Peserta Didik

L

P

1.

7 Anas Bin Malik

14

16

30

2.

7 Bilal Bin Ra’bah

13

15

28

3.

7 Ubay Bin Kaab

15

14

29

4.

7 Zubair Bin Awwam

14

15

28

 

Total:

55 Orang

60 Orang

 

 

Total Keseluruhan Peserta:

115 Orang

 

4.      JENIS KEGIATAN

Kegiatan ini dirancang sebagai perkemahan terstruktur yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami, Keterampilan Dasar Pramuka (Scouting Skill), pengembangan karakter, kerja sama tim, wawasan teknologi, dan kesadaran lingkungan melalui berbagai lomba antar regu.

Hari Pertama (5 November 2025):

a.       POS 1: Lomba Datang Melapor dan Packing

b.       POS 2: Mendirikan Tapak Perkemahan, Bivak dan Dapur Umum

c.        Upacara Pembukaan

d.       POS 3: Pengetahuan Umum & Kepramukaan

e.       POS 4: Sempahore, Sandi dan Morse

f.         POS 5: Keterampilan Memasak

g.       Shalat Berjamaah, Tausiyah dan Murajaah

h.       Api Unggun

i.         POS 6: Pentas Seni

Hari Kedua (6 November 2025):

a.       Qiyamulail

b.       Senam Pagi

c.        Lomba Memasak II

d.       POS 7: PBB

e.       Outbond

f.         Upacara Penutupan

g.       Pengumuman Lomba

 

5.      PENUTUP

Kegiatan Kemping Blok Pramuka Lomba Tingkat 1 Gugus Depan 09.029-09.030 merupakan serangkaian acara yang telah secara sukses diselenggarakan oleh SMP PGII 2 dengan tujuan untuk mengasah keterampilan pramuka (Scouting Skill) melalui berbagai kegiatan lomba secara individu maupun kelompok. Peserta didik diarahkan untuk dapat mencetak prestasi secara akademik maupun non-akademik sebagai bekal dalam menyongsong masa depan Indonesia dengan lebih baik. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah terhadap program pemerintah yang secara khusus tercantum dalam Permendikbud No.63 Tahun 2014 tentang pendidikan Pramuka yang berperan sebagai pilar strategis dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dengan melatih generasi penerus menjadi pribadi yang unggul, inovatif, dan berjiwa luhur. 

Penulis : Arien Minawati Agustina, S.Pd., Gr.
Editor : Triyana Malfiazi Guandi, S.Kom., Gr.

LITERASI CETAK SISWA BERKARAKTER UNGGUL

WhatsApp Image 2025-10-20 at 09.07.43_100aad0a

Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung, SMP PGII 2 selalu melaksanakan semua program pendidikan dengan baik, baik program regional maupun program nasional juga sesuai dengan tiga elemen utama dalam pendekatan pembelajaran Deep Learning, yaitu MeaningFull Learning, Mindfull Learning, dan Joyful Learning.

Bertepatan dengan ulang tahun Kota Bandung yang ke-215 dan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Tim Gerakan Literasi SMP PGII 2 Bandung menyelenggarakan acara "Nyunda, Nyantri, Nyakola Untuk Siswa Cerdas Berliterasi, Inovatif, Berbudaya, dan Berkarakter Unggul". Acara ini menggabungkan kegiatan berbagai kegiatan literasi melalui kegiatan lomba dan apresiasi. Dalam kurun 4 hari siswa diajak mendalami berbagai kegiatan literasi yang berbeda setiapa harinya.

Hari pertama sekaligus peringatan Bandung Utama kegiatan literasi yang dilaksanakan adalah literasi budaya, siswa dikenalkan pada permainan jadul dan juga mengolah masakan khas sunda. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar pada wajah siswa ketika mereka mengikuti berbagai jenis permainan tradisional sunda, bahkan beberapa diantaranya mengaku baru mengetahui dan mencoba permainan-permainan itu untuk kali pertama.

Hari kedua dilaksanakan lomba-lomba kebahasaan. Lomba yang diadakan pun tidak selalu dengan pengantar bahasa Indonesia saja namun juga Bahasa Inggris melalui lomba story telling, Bahasa Arab dijabarkan dalam lomba bercerita dan menulis kaligrafi, juga Biantara jenis lomba yang dipilih untuk lomba berbahasa sunda. Mewakili bahasa Indonesia diterapkan dalam dua mata lomba yaitu lomba Baca Puisi dan Lomba Cipta Cerpen. Semua siswa wajib berpartisipasi tanpa kecuali. Beberapa mengatakan tidak percaya diri dengan lomba yang dipilih namun karena wajib meraka menjadikan lomba ini sebagai salah satu pengalaman berharga. Beberapa juri yang sekaligus guru mapel mengakui terkejut dengan kemampuan beberapa siswa yang ternyata memiliki kemampuan hebat yang terpendam. Penutup kegiatan hari itu adalah talk show kesehatan yang di sampaikan oleh Diah Puspitosari, dr., Sp. D.V.E. yang tetap diikuti antusiasme siswa karena banyak door prize juga dipandu langsung oleh wakasek kesiswaan sekolah.

Pembelajaran hari ketiga berfokus pada kegiatan literasi apresiasi seni. Bekerja sama dengan ekskul seni sekolah, kesenian yang ditampilkan adalah angklung dan gamelan juga tari daerah berupa jaipong kreasi. Namun sebelumnya acara hari itu diawali dengan readhathon dan ulasan hasil bacaan yang ditampilkan oleh 3 orang siswa. Acara kali ini dimeriahkan oleh tampilan Sisingaan dari Lingkung Seni Daerah Braja Sakti yang membuat suasana siang itu pecah, apalagi selain kepala sekolah beberapa siswa diberi kesempatan untuk mencoba menaikinya. Ada tegang karena disertai atraksi yang cukup menegangkan, namun untuk seorang Rafi Ahmadani rupanya naik sisingaan malah menyenangkan diapun berjoget selama diatas sisingaan tanpa nampak wajah takut atau tegang. Hal ini membuat penonton terhibur. Selain acara seni, ada lomba mojang jajaka yang diikuti 10 pasangan yang merupakan wakil dari masing-masing kelas.

Literasi numerasi terlaksana pada hari keempat. Pada hari ini semua siswa melaksanakan Market Day. Mereka diberi waktu 120 menit untuk bisa menjual makanan/minuman yang mereka olah sendiri dengan kisaran modal sebesar Rp 300.000,00. Secara mengejutkan beberapa kelas mampu menjajakan dagangannya dalam waktu kurang dari waktu yang ditentukan dan laba yang terkumpul pun lumayan besar.

Seluruh kegiatan ditutup dengan pengumuman juara lomba yang dilaksanakan selama kegiatan. Pemenang lomba tidak didominasi oleh satu tingkat saja. Hampir semua jenjang mendapatkan juara.

Pengalaman dan kebahagiaan siswa ketika mereka belajar diluar dengan tidak mengesampingkan nilai pendidikan yang tersampaikan merupakan tujuan utama dari kegiatan literasi tahun ini. Bukan sekedar juara yang disandang, juga perjuangan mereka yang harus diingat. Namun satu hal yang pasti adalah mengalahkan diri sendiri dengan mematahkan rasa malu, menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum jadi siswa berkarakter unggul. Dengan karakter unggul akan menggambarkan generasi emas yang cerdas berliterasi.

Penulis : Siti Hodijah, S.Pd
Editor   : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

SEMINAR PARENTING SMP PGII 2 BANDUNG 2025

WhatsApp Image 2025-10-13 at 10.11.36_595f2f75

MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA

Pada saat Kegiatan pembagian Rapot ASTS Ganjil tahun 2025 SMP PGII 2 Bandung melaksanakan salah satu program kegiatannnya itu Seminar Parenting untuk Orang Tua Murid SMP PGII 2 Bandung. Pemateri yang di datangkan langsung dari TIM Psikolog Disdik Kota bandung yaitu Nira Wulansari, S.Psi., Psikolog kinis Anak dan Remaja dengan Tema MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA. 

Peran Pengasuh dalam Memahami Mental Siswa

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak dan remaja. Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, guru, orang tua, dan pengasuh memegang peran sentral sebagai pendamping yang memahami kebutuhan emosional peserta didik.

Program ini bertujuan untuk membekali para pengasuh dengan wawasan dan keterampilan dasar dalam mendeteksi, memahami, dan merespons kondisi mental anak secara empatik dan konstruktif.

Tujuan Kegiatan

  1. Memahami ciri dan dinamika perkembangan mental anak serta remaja.

  2. Mengenali tanda-tanda awal permasalahan kesehatan mental.

  3. Mengembangkan keterampilan empatik dalam berkomunikasi dengan peserta didik.

  4. Membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan emosional.

    Indikator Awal Permasalahan Mental pada Anak

    Pengasuh berperan sebagai detektor pertama terhadap perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Perubahan perilaku: murung, mudah marah, atau kehilangan motivasi belajar.

    • Perubahan sosial: menarik diri dari pergaulan atau menunjukkan agresivitas.

    • Perubahan fisik: sering mengeluh sakit tanpa sebab medis yang jelas.

    • Perubahan prestasi: penurunan nilai dan konsentrasi belajar.

      Peran Pengasuh yang Empatik

      Empati menjadi kunci utama dalam mendampingi anak. Pengasuh diharapkan mampu:

      • Mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian.

      • Memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

      • Menjaga kerahasiaan dan membangun rasa aman.

      • Memberikan contoh ekspresi emosi yang sehat dan terkendali.

        Di harapkan dengan orang tua mengikuti parenting ini orang tua harus menjadi sahabat mental anak dan remaja berarti hadir dengan empati, memahami perubahan perilaku, dan menumbuhkan lingkungan yang aman secara emosional.

        Dengan kolaborasi yang solid antara pengasuh, guru, dan orang tua, kita dapat membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya.

        Penulis : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

LDKS–MUSIS 2025–2026 SMP PGII 2 Bandung : Membentuk Pemimpin BERSINAR

WhatsApp Image 2025-10-25 at 10.55.38_82c3cd45

Bandung, 25 September 2025 – SMP PGII 2 Bandung sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Musyawarah Siswa (MUSIS) Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan tahunan ini menjadi agenda penting dalam proses pembinaan dan pengembangan kepemimpinan peserta didik, khususnya bagi calon pengurus OSIS dan MPK.

Mengusung tema “Membentuk Pemimpin BERSINAR (Bersemangat, Sinergi, Integritas, Adaptif, Responsif)”, kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 25 September 2025, dengan lokasi utama di Kampus SMP PGII 2 Bandung, Jl. Pahlawan Blk No. 17 Bandung.

Rangkaian Kegiatan

1.       Tes Seleksi & Pembekalan

Tahapan awal berupa seleksi wawancara dilaksanakan pada 19 September, diikuti pengumuman dan pembekalan calon peserta pada 20 September 2025.

2.       Pelaksanaan LDKS (22–24 September 2025)

Para peserta mendapatkan berbagai materi kepemimpinan dan organisasi, di antaranya:

-          Peran Organisasi dalam Membentuk Karakter Siswa Menuju Indonesia Emas 2045

-          Manajemen dan Etika Berorganisasi

-          Kepemimpinan sebagai Landasan Berorganisasi

-          Penyusunan Proposal Kegiatan

-          Public Speaking dan Norma Media Sosial

-          Problem Solving

Tahun ini, panitia menerapkan sistem eliminasi harian dengan tiga kategori penilaian: Aman, Rawan, dan Tidak Aman. Sistem ini mendorong peserta untuk terus aktif, disiplin, dan menunjukkan potensi kepemimpinannya setiap hari.

3.       Musyawarah Siswa (25 September 2025)

Agenda musyawarah siswa dihadiri oleh 84 siswa dan 10 guru, terdiri atas MPK, pengurus OSIS periode sebelumnya, dan MBO. Dalam forum ini ditetapkan tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2025–2026:

-          Dylan Ramadhan Detriano (8 Sa’ad bin Abi Waqqash) dan Zalfaa Zainul Muttaqim (7 Ubay bin Ka’ab)

-          Azka ‘Afifa Nuriy Zhafira (8 Ali bin Abi Thalib) dan Zareba Azzalea Subrata (7 Bilal bin Rabah)

-          Thalut Noah Baihakim (8 Ali bin Abi Thalib) dan Reisya Chelsea Olivia (8 Ali bin Abi Thalib)

Proses kampanye berlangsung pada 26–30 September 2025, dan puncaknya adalah Pemilu Raya OSIS yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 secara langsung, umum, bebas, dan rahasia oleh seluruh warga sekolah.

Hasil Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS

Pasangan Calon

Perolehan Suara

Dylan – Zalfaa

119 suara

Thalut – Chelsea

96 suara

Afifa – Alea

65 suara

Suara tidak sah

20 suara


Total suara: 300 suara

Dengan demikian, pasangan Dylan Ramadhan Detriano dan Zalfaa Zainul Muttaqim resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP PGII 2 Bandung Periode 2025–2026. Upacara pelantikan dilaksanakan pada 20 Oktober 2025 di halaman sekolah SMP PGII 2 Bandung.

PROMIS

Apa itu Promis ?
Merupakan sebuah program TUGASAKHIR untuk peserta didik kelas IX SMPPGII 2 Bandung yang wajib dilaksanakan menjelang kelulusan sebagai bentuk pengabdian calon lulusan SMP PGII 2 Bandung di lingkungan tempat tinggalnya. PROMIS adalah salahsatu Program keagamaan yang ada di SMP PGII 2 yang akan secara rutin di laksanakan bagi siswa siswi kelas IX SMP PGII 2 Bandung.
Agenda Promis Agenda Promis yaitu :
Waktu Pelaksanaan : 22-31 MEI 2025
Tempat : Masjid setempat yang terdekat dengan lingkungan Rumah Siswa-Siswi
Kegiatan yang di laksanakan  :

1. Mengajar Membaca Al-Quran di TPA/MDTA yang ada di Masjid setempat
2. Mengumandangkan Adzan
3. Mengikuti kegiatan pengajian yang diselenggarakan di masjid
4. Membantu Bersih bersih bersih masjid di hari jumat ataupun hari biasa Turut serta membantu pemulasaraan jenazah (Apabila ada) Melakukan Tilawah Al-Quran selama 1 jam di masjid boleh berkelompok ataupun individu
5. Menambah hafalan /Muraja’ah di masjid Shalat Berjama’ah
6. Membaca Al-Matsuraat (Dzikir pagi dan petang)
   a. Dzikir pagi di baca setelah Shalat Dhuha Pukul 09.00
   b. Dzikir Petang di baca pukul 15.00 Setelah Shalat Ashar Pelaksanaan
7.  Memakmurkan Masjid dalam Hal apapun itu
   a. Dilaksanakan secara berkelompok, 2 -5 orang perkelompok (dengan domisili rumah berdekatan)
Target yang akan di capai :
1. Target pelaksanaan PROMIS ialah peserta didik memiliki pengalaman dengan terlibat aktif memakmurkan masjid di lingkungan tempat tinggalnya. 
2. Mencetak generasi Cinta Masjid dan berakhlak Qurani
Tujuan dan CAKUPAN : 
1. Peserta didik memiliki kegiatan yang positif dan terarah dalam mengisi waktu menjelang kelulusan.
2. Mendorong peserta didik untuk ikut memakmurkan masjid di lingkungan tempat tinggalnya.
3. Peserta didik tetap menjaga pembiasaan keagamaan yang biasadilakukan disekolah.
Hasil yang diharapkan melalui PROMIS ini ialah :
1.Pesertadidik mampu mengamalkan ilmu yang dimilikinya kepada oranglain
2. Peserta didik memberikan kontribusi positif dalam memakmurkan masjid
3. Peserta didik menampilkan citra yang positif di lingkungan masyarakat
4 . Peserta didik menjadi remaja yang cinta masjid
5. Peserta didik Selalu beribadah di Masjid
Bentuk Laporan Siswa yaitu : 
1. untuk laporan KELOMPOK dibua tdalam bentuk VIDEO DOKUMENTER elama pelaksanaan kegiatan PROMIS. Dengan ketentuan video dibuat dengan durasi maksimal 15menit dan diunggah dimedia sosial (tag instagram sekolah)
2. untuk laporan INDIVIDU peserta didik wajib mengisi Jurnal Harian pelaksanaan PROMIS (format terlampir)
3. Peserta didik mengirimkan foto kegiatan setiap kegiatan di Grup WA PROMIS dengan bentuk Kolase
Koordinator Program Keagamaan : Faishal Faza, S.Pd. dan Tim Keagamaan
Editor : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

UPACARA HARDIKNAS 2025

WhatsApp Image 2025-05-02 at 07.47.10

SMP PGII 2 BANDUNG menyelenggarakan kegiatan Upacara Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di kampus SMP PGII 2 Bandung pada Hari Jum`at 02 Mei 2025. Dalam Pelaksanaan Upacara HARDIKNAS ini langsung di pimpin oleh Kepala Sekolah yaitu  Mohamad Solihin, S.E.,M.M.
Pada amanah upacara yang di tekankan adalah  Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepatGerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terdengar sangat sederhana, namun jika gerakan itu mampu diinternalisasikan dengan sempurna akan membawa dampak yang luar biasa terhadap perubahan bangsa. Melalui gerakan ini akan menghasilkan anak-anak Indonesia yang tangguh, unggul dan bertanggungjawab baik kepada dirinya maupun terhadap masyarakat. 
Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan gotong royong mewujudkan "Pendidikan Bermutu untuk semua".

ISRA MIKRAJ 2025

WhatsApp Image 2025-01-30 at 18.40.45

Mengacu pada konversi kalender Hijriah ke Masehi yang disusun oleh Kementerian Agama RI, 27 Januari tahun ini bertepatan dengan 27 Rajab atau Hari Isra Miraj. Lantas muncul pertanyaan Isra Miraj 2025 berapa hijriah? Untuk menentukan tahun Hijriah-nya, maka dapat dilihat berdasarkan konversi kalender Masehi ke Hijriah tersebut.

SMP & SMA PGII 2 Bandung melaksanakan kegiatan perngatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di kampus PGII 2 Bandung yang berlokasi di Jl. Pahlawan Belakang No. 17 Bandung.
Kegiatan Tabligh Akbar Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW alhamdulillah dilaksanakan pada Jumaat, 31 Januari 2025 bersama Ust. Rizal Fadli Nurhadi "Abu takeru" Kegiatan ini di laksanakan Oleh DKM Al Muttaqien PGII 2 yang di Pimpin Oleh Ust. Faishal Faza, S.Pd berjalan Hikmat dan di ikuti oleh siswa dan guru PGII 2. 

PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGADAN PERTEMANAN TERHADAP KENAKALANREMAJA

Masa remaja merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13-16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial.
Seringkali kita menemui teman entah disekolah maupun di lingkungan sekitar berperilaku buruk. Keharmonisan keluarga dan pertemanan adalah salah satu faktor utama pemicu pelaku kenakalan remaja. Keluarga yang harmonis adalah tempat tinggal yang bahagia dan positif karena anggota keluarga telah belajar banyak cara untuk memperlakukan satu sama lain dengan baik. Anggota keluarga dapat saling mendukung, memberikan kasih sayang dan kesetiaan, berkomunikasi secara terbuka antar anggota keluarga, saling menghormati dan menikmati kebersamaan.
Keluarga yang harmonis membawa kehidupan yang lebih bahagia ke dalam kehidupan seseorang. Keharmonisan keluarga dapat ditandai dengan adanya hubungan dan komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Keharmonisan keluarga tidak boleh diremehkan. Mengapa Peran keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak sangatlah penting? Karena dari pendidikan orang tua yang tepat dapat menumbuhkan karakter anak yang baik, karakter anak sangat berpengaruh terhadap kesuksesan anak pada masa depan.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan keluarga agar para anak-anak memiliki kemungkinan kecil untuk melakukan kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah suatu perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh anak usia remaja sebagai bentuk pengabaian sosial, seperti kurangnya perhatian. Akibatnya, para remaja melampiaskannya dengan berperilaku menyimpang. Sayangnya, perilaku mereka sering menjadi tindakan kriminal yang tidak dapat diterima masyarakat.
Kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh remaja sangat beragam mulai dari perbuatan yang amoral dan anti sosial tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggran hukum. Bentuk kenakalan remaja tersebut seperti: kabur dari rumah, merokok dan kebut-kebutan di jalan, sampai pada perbuatan yang sudah menjurus pada perbuatan kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum seperti; pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, seks bebas, pemakaian obat-obatan terlarang, dan tindakan kekerasan lainnya (bullying) yang sering diberitakan media-media masa.
Perilaku yang menyimpang atau kenakalan remaja akan berdampak mengkhawatirkan kedepannya apabila seseorang terus menggunakan sebagai bentuk pertahanan bagi dirinya karena akan mengembangkan pola tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma umum yang berada, dalam hal ini seseorang akan berbuat semaunya sendiri dan mencari keuntungan serta kepentingan diri sendiri, bahkan dapat mengganggu dan merugikan bagi pihak-pihak lainnya. Perilaku kenakalan atau penyimpangan pada remaja tentu terjadi karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, diantaranya karena pola asuh yang dilakukan orang tua yang dapat berpengaruh pada perkembangan emosi remaja, faktor lain yaitu karena pengaruh dukungan teman sebaya yang memberikan informasi atau hal-hal yang sesuai dengan remaja tersebut.
Ketidak harmonisan keluarga dan tidak sesuainya pola asuh yang diterapkan oleh orang tua berakibat anak yang menjadi korban. Anak cenderung mengalami konflik-konflik internal, pemikiran kritis, perasaan mudah tersinggung, cita-cita dan kemauan yang tinggi sukar dikerjakan sehingga menjadi frustasi, bahkan bisa mengalami pergaulan yang tidak sehat. Dari hasil wawancara yang kami lakukan bahwa yang paling mempengaruhi kenakalan remaja adalah lingkungan, baik itu lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan dengan siapa dia bergaul itu sangat mempengaruhi baik atau buruknya seseorang.
Termasuk lingkungan keluarga, apakah keluarganya harmonis? Apakah dia mendapatkan perhatian yang cukup dan tidak? Jika mereka tidak mendapatkan itu semua, maka mereka akan mencari cara untuk mendapatkan perhatian dengan cara melakukan kenakalan remaja.
Setelah lingkungan keluarga, lingkungan pertemanan juga sangat mempengaruhi. Jika seseorang itu berteman dengan orang yang suka mabuk-mabukan dan merokok maka seseorang yang asalnya tidak melakukan itu semua pasti akan menjadi penasaran untuk mencobanya, dan berakhir menjadi ikut-ikutan seperti itu karena lingkungan pertemanannya begitu. Selain itu media sosial juga dapat mempengaruhi kenakalan remaja setelah lingkungan, dalam media sosial kita bisa menemukan banyak teman baru, informasi yang bermanfaat, dan hiburan yang menyenangkan.
Namun, meskipun banyak hal positif yang bisa kita temukan di media sosial, tentu saja ada hal negatifnya, seperti perundungan (bullying) atau ajakan melakukan hal hal yang berbahaya. Keharmonisan keluarga memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku kenakalan remaja.
Keluarga yang harmonis dan saling mendukung memberikan lingkungan yang stabil dan aman bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang.
Penting untuk menggaris bawahi bahwa keharmonisan keluarga bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja. Namun, dengan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, kita dapat memberikan landasan yang kuat bagi remaja untuk tumbuh dan berkembang secara positif.
Kurangnya keharmonisan dalam keluarga dapat memicu timbulnya berbagai masalah dan dampak negatif pada remaja.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia 

Guru Mata Pelajaran : Siti Hodijah, S.Pd.

Penulis : Tiara, Anaya, Alviena, Nazwa, Shazia

Kelas : 8 Abdurahman

Editor : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom

Scroll to Top