Sebagai
salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung, SMP PGII 2 selalu melaksanakan
semua program pendidikan dengan baik, baik program regional maupun program
nasional juga sesuai dengan tiga elemen utama dalam pendekatan pembelajaran Deep
Learning, yaitu MeaningFull Learning, Mindfull Learning, dan Joyful
Learning.
Bertepatan
dengan ulang tahun Kota Bandung yang ke-215 dan peringatan Bulan Bahasa dan
Sastra Indonesia, Tim Gerakan Literasi SMP PGII 2 Bandung menyelenggarakan
acara "Nyunda, Nyantri, Nyakola Untuk Siswa Cerdas Berliterasi, Inovatif,
Berbudaya, dan Berkarakter Unggul". Acara ini
menggabungkan kegiatan berbagai kegiatan literasi melalui kegiatan lomba dan
apresiasi. Dalam kurun 4 hari siswa diajak mendalami berbagai kegiatan literasi
yang berbeda setiapa harinya.
Hari pertama
sekaligus peringatan Bandung Utama kegiatan literasi yang dilaksanakan adalah
literasi budaya, siswa dikenalkan pada permainan jadul dan juga mengolah
masakan khas sunda. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar pada wajah siswa ketika
mereka mengikuti berbagai jenis permainan tradisional sunda, bahkan beberapa
diantaranya mengaku baru mengetahui dan mencoba permainan-permainan itu untuk
kali pertama.
Hari kedua
dilaksanakan lomba-lomba kebahasaan. Lomba yang diadakan pun tidak selalu
dengan pengantar bahasa Indonesia saja namun juga Bahasa Inggris melalui lomba story
telling, Bahasa Arab dijabarkan dalam lomba bercerita dan menulis
kaligrafi, juga Biantara jenis lomba yang dipilih untuk lomba berbahasa sunda.
Mewakili bahasa Indonesia diterapkan dalam dua mata lomba yaitu lomba Baca
Puisi dan Lomba Cipta Cerpen. Semua siswa wajib berpartisipasi tanpa kecuali.
Beberapa mengatakan tidak percaya diri dengan lomba yang dipilih namun karena
wajib meraka menjadikan lomba ini sebagai salah satu pengalaman berharga.
Beberapa juri yang sekaligus guru mapel mengakui terkejut dengan kemampuan
beberapa siswa yang ternyata memiliki kemampuan hebat yang terpendam. Penutup
kegiatan hari itu adalah talk show kesehatan yang di sampaikan oleh Diah
Puspitosari, dr., Sp. D.V.E. yang tetap diikuti antusiasme siswa karena banyak
door prize juga dipandu langsung oleh wakasek kesiswaan sekolah.
Pembelajaran
hari ketiga berfokus pada kegiatan literasi apresiasi seni. Bekerja sama dengan
ekskul seni sekolah, kesenian yang ditampilkan adalah angklung dan gamelan juga
tari daerah berupa jaipong kreasi. Namun sebelumnya acara hari itu diawali
dengan readhathon dan ulasan hasil bacaan yang ditampilkan oleh 3 orang siswa.
Acara kali ini dimeriahkan oleh tampilan Sisingaan dari Lingkung Seni Daerah
Braja Sakti yang membuat suasana siang itu pecah, apalagi selain kepala sekolah
beberapa siswa diberi kesempatan untuk mencoba menaikinya. Ada tegang karena
disertai atraksi yang cukup menegangkan, namun untuk seorang Rafi Ahmadani
rupanya naik sisingaan malah menyenangkan diapun berjoget selama diatas
sisingaan tanpa nampak wajah takut atau tegang. Hal ini membuat penonton
terhibur. Selain acara seni, ada lomba mojang jajaka yang diikuti 10 pasangan
yang merupakan wakil dari masing-masing kelas.
Literasi
numerasi terlaksana pada hari keempat. Pada hari ini semua siswa melaksanakan Market
Day. Mereka diberi waktu 120 menit untuk bisa menjual makanan/minuman yang
mereka olah sendiri dengan kisaran modal sebesar Rp 300.000,00. Secara
mengejutkan beberapa kelas mampu menjajakan dagangannya dalam waktu kurang dari
waktu yang ditentukan dan laba yang terkumpul pun lumayan besar.
Seluruh
kegiatan ditutup dengan pengumuman juara lomba yang dilaksanakan selama
kegiatan. Pemenang lomba tidak didominasi oleh satu tingkat saja. Hampir semua
jenjang mendapatkan juara.
Pengalaman
dan kebahagiaan siswa ketika mereka belajar diluar dengan tidak mengesampingkan
nilai pendidikan yang tersampaikan merupakan tujuan utama dari kegiatan
literasi tahun ini. Bukan sekedar juara yang disandang, juga perjuangan mereka
yang harus diingat. Namun satu hal yang pasti adalah mengalahkan diri sendiri
dengan mematahkan rasa malu, menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara di
depan umum jadi siswa berkarakter unggul. Dengan karakter unggul akan
menggambarkan generasi emas yang cerdas berliterasi.
Penulis : Siti Hodijah, S.Pd
Editor : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.





























