LITERASI CETAK SISWA BERKARAKTER UNGGUL

WhatsApp Image 2025-10-20 at 09.07.43_100aad0a

Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bandung, SMP PGII 2 selalu melaksanakan semua program pendidikan dengan baik, baik program regional maupun program nasional juga sesuai dengan tiga elemen utama dalam pendekatan pembelajaran Deep Learning, yaitu MeaningFull Learning, Mindfull Learning, dan Joyful Learning.

Bertepatan dengan ulang tahun Kota Bandung yang ke-215 dan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, Tim Gerakan Literasi SMP PGII 2 Bandung menyelenggarakan acara "Nyunda, Nyantri, Nyakola Untuk Siswa Cerdas Berliterasi, Inovatif, Berbudaya, dan Berkarakter Unggul". Acara ini menggabungkan kegiatan berbagai kegiatan literasi melalui kegiatan lomba dan apresiasi. Dalam kurun 4 hari siswa diajak mendalami berbagai kegiatan literasi yang berbeda setiapa harinya.

Hari pertama sekaligus peringatan Bandung Utama kegiatan literasi yang dilaksanakan adalah literasi budaya, siswa dikenalkan pada permainan jadul dan juga mengolah masakan khas sunda. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar pada wajah siswa ketika mereka mengikuti berbagai jenis permainan tradisional sunda, bahkan beberapa diantaranya mengaku baru mengetahui dan mencoba permainan-permainan itu untuk kali pertama.

Hari kedua dilaksanakan lomba-lomba kebahasaan. Lomba yang diadakan pun tidak selalu dengan pengantar bahasa Indonesia saja namun juga Bahasa Inggris melalui lomba story telling, Bahasa Arab dijabarkan dalam lomba bercerita dan menulis kaligrafi, juga Biantara jenis lomba yang dipilih untuk lomba berbahasa sunda. Mewakili bahasa Indonesia diterapkan dalam dua mata lomba yaitu lomba Baca Puisi dan Lomba Cipta Cerpen. Semua siswa wajib berpartisipasi tanpa kecuali. Beberapa mengatakan tidak percaya diri dengan lomba yang dipilih namun karena wajib meraka menjadikan lomba ini sebagai salah satu pengalaman berharga. Beberapa juri yang sekaligus guru mapel mengakui terkejut dengan kemampuan beberapa siswa yang ternyata memiliki kemampuan hebat yang terpendam. Penutup kegiatan hari itu adalah talk show kesehatan yang di sampaikan oleh Diah Puspitosari, dr., Sp. D.V.E. yang tetap diikuti antusiasme siswa karena banyak door prize juga dipandu langsung oleh wakasek kesiswaan sekolah.

Pembelajaran hari ketiga berfokus pada kegiatan literasi apresiasi seni. Bekerja sama dengan ekskul seni sekolah, kesenian yang ditampilkan adalah angklung dan gamelan juga tari daerah berupa jaipong kreasi. Namun sebelumnya acara hari itu diawali dengan readhathon dan ulasan hasil bacaan yang ditampilkan oleh 3 orang siswa. Acara kali ini dimeriahkan oleh tampilan Sisingaan dari Lingkung Seni Daerah Braja Sakti yang membuat suasana siang itu pecah, apalagi selain kepala sekolah beberapa siswa diberi kesempatan untuk mencoba menaikinya. Ada tegang karena disertai atraksi yang cukup menegangkan, namun untuk seorang Rafi Ahmadani rupanya naik sisingaan malah menyenangkan diapun berjoget selama diatas sisingaan tanpa nampak wajah takut atau tegang. Hal ini membuat penonton terhibur. Selain acara seni, ada lomba mojang jajaka yang diikuti 10 pasangan yang merupakan wakil dari masing-masing kelas.

Literasi numerasi terlaksana pada hari keempat. Pada hari ini semua siswa melaksanakan Market Day. Mereka diberi waktu 120 menit untuk bisa menjual makanan/minuman yang mereka olah sendiri dengan kisaran modal sebesar Rp 300.000,00. Secara mengejutkan beberapa kelas mampu menjajakan dagangannya dalam waktu kurang dari waktu yang ditentukan dan laba yang terkumpul pun lumayan besar.

Seluruh kegiatan ditutup dengan pengumuman juara lomba yang dilaksanakan selama kegiatan. Pemenang lomba tidak didominasi oleh satu tingkat saja. Hampir semua jenjang mendapatkan juara.

Pengalaman dan kebahagiaan siswa ketika mereka belajar diluar dengan tidak mengesampingkan nilai pendidikan yang tersampaikan merupakan tujuan utama dari kegiatan literasi tahun ini. Bukan sekedar juara yang disandang, juga perjuangan mereka yang harus diingat. Namun satu hal yang pasti adalah mengalahkan diri sendiri dengan mematahkan rasa malu, menumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum jadi siswa berkarakter unggul. Dengan karakter unggul akan menggambarkan generasi emas yang cerdas berliterasi.

Penulis : Siti Hodijah, S.Pd
Editor   : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

SEMINAR PARENTING SMP PGII 2 BANDUNG 2025

WhatsApp Image 2025-10-13 at 10.11.36_595f2f75

MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA

Pada saat Kegiatan pembagian Rapot ASTS Ganjil tahun 2025 SMP PGII 2 Bandung melaksanakan salah satu program kegiatannnya itu Seminar Parenting untuk Orang Tua Murid SMP PGII 2 Bandung. Pemateri yang di datangkan langsung dari TIM Psikolog Disdik Kota bandung yaitu Nira Wulansari, S.Psi., Psikolog kinis Anak dan Remaja dengan Tema MENJADI SAHABAT MENTAL ANAK DAN REMAJA: PERAN PENGASUH DALAM MEMAHAMI MENTAL SISWA. 

Peran Pengasuh dalam Memahami Mental Siswa

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak dan remaja. Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, guru, orang tua, dan pengasuh memegang peran sentral sebagai pendamping yang memahami kebutuhan emosional peserta didik.

Program ini bertujuan untuk membekali para pengasuh dengan wawasan dan keterampilan dasar dalam mendeteksi, memahami, dan merespons kondisi mental anak secara empatik dan konstruktif.

Tujuan Kegiatan

  1. Memahami ciri dan dinamika perkembangan mental anak serta remaja.

  2. Mengenali tanda-tanda awal permasalahan kesehatan mental.

  3. Mengembangkan keterampilan empatik dalam berkomunikasi dengan peserta didik.

  4. Membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan emosional.

    Indikator Awal Permasalahan Mental pada Anak

    Pengasuh berperan sebagai detektor pertama terhadap perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Perubahan perilaku: murung, mudah marah, atau kehilangan motivasi belajar.

    • Perubahan sosial: menarik diri dari pergaulan atau menunjukkan agresivitas.

    • Perubahan fisik: sering mengeluh sakit tanpa sebab medis yang jelas.

    • Perubahan prestasi: penurunan nilai dan konsentrasi belajar.

      Peran Pengasuh yang Empatik

      Empati menjadi kunci utama dalam mendampingi anak. Pengasuh diharapkan mampu:

      • Mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian.

      • Memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

      • Menjaga kerahasiaan dan membangun rasa aman.

      • Memberikan contoh ekspresi emosi yang sehat dan terkendali.

        Di harapkan dengan orang tua mengikuti parenting ini orang tua harus menjadi sahabat mental anak dan remaja berarti hadir dengan empati, memahami perubahan perilaku, dan menumbuhkan lingkungan yang aman secara emosional.

        Dengan kolaborasi yang solid antara pengasuh, guru, dan orang tua, kita dapat membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya.

        Penulis : Triyana Malfiazi Gunadi, S.Kom., Gr.

LDKS–MUSIS 2025–2026 SMP PGII 2 Bandung : Membentuk Pemimpin BERSINAR

WhatsApp Image 2025-10-25 at 10.55.38_82c3cd45

Bandung, 25 September 2025 – SMP PGII 2 Bandung sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Musyawarah Siswa (MUSIS) Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan tahunan ini menjadi agenda penting dalam proses pembinaan dan pengembangan kepemimpinan peserta didik, khususnya bagi calon pengurus OSIS dan MPK.

Mengusung tema “Membentuk Pemimpin BERSINAR (Bersemangat, Sinergi, Integritas, Adaptif, Responsif)”, kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 25 September 2025, dengan lokasi utama di Kampus SMP PGII 2 Bandung, Jl. Pahlawan Blk No. 17 Bandung.

Rangkaian Kegiatan

1.       Tes Seleksi & Pembekalan

Tahapan awal berupa seleksi wawancara dilaksanakan pada 19 September, diikuti pengumuman dan pembekalan calon peserta pada 20 September 2025.

2.       Pelaksanaan LDKS (22–24 September 2025)

Para peserta mendapatkan berbagai materi kepemimpinan dan organisasi, di antaranya:

-          Peran Organisasi dalam Membentuk Karakter Siswa Menuju Indonesia Emas 2045

-          Manajemen dan Etika Berorganisasi

-          Kepemimpinan sebagai Landasan Berorganisasi

-          Penyusunan Proposal Kegiatan

-          Public Speaking dan Norma Media Sosial

-          Problem Solving

Tahun ini, panitia menerapkan sistem eliminasi harian dengan tiga kategori penilaian: Aman, Rawan, dan Tidak Aman. Sistem ini mendorong peserta untuk terus aktif, disiplin, dan menunjukkan potensi kepemimpinannya setiap hari.

3.       Musyawarah Siswa (25 September 2025)

Agenda musyawarah siswa dihadiri oleh 84 siswa dan 10 guru, terdiri atas MPK, pengurus OSIS periode sebelumnya, dan MBO. Dalam forum ini ditetapkan tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2025–2026:

-          Dylan Ramadhan Detriano (8 Sa’ad bin Abi Waqqash) dan Zalfaa Zainul Muttaqim (7 Ubay bin Ka’ab)

-          Azka ‘Afifa Nuriy Zhafira (8 Ali bin Abi Thalib) dan Zareba Azzalea Subrata (7 Bilal bin Rabah)

-          Thalut Noah Baihakim (8 Ali bin Abi Thalib) dan Reisya Chelsea Olivia (8 Ali bin Abi Thalib)

Proses kampanye berlangsung pada 26–30 September 2025, dan puncaknya adalah Pemilu Raya OSIS yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 secara langsung, umum, bebas, dan rahasia oleh seluruh warga sekolah.

Hasil Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS

Pasangan Calon

Perolehan Suara

Dylan – Zalfaa

119 suara

Thalut – Chelsea

96 suara

Afifa – Alea

65 suara

Suara tidak sah

20 suara


Total suara: 300 suara

Dengan demikian, pasangan Dylan Ramadhan Detriano dan Zalfaa Zainul Muttaqim resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP PGII 2 Bandung Periode 2025–2026. Upacara pelantikan dilaksanakan pada 20 Oktober 2025 di halaman sekolah SMP PGII 2 Bandung.

Scroll to Top